Air Ampas Tahu Diolah Menjadi Bibit Tahu di Desa Karangmoncol
Keywords:
Air ampas tahu, Bibit Tahu, Pengelolaan Limbah, KarangmoncolAbstract
Limbah cair hasil produksi tahu, khususnya air ampas tahu, sering dianggap tidak memiliki nilai guna dan dibuang begitu saja ke lingkungan. Padahal, air ini masih mengandung sari kedelai yang kaya akan protein, lemak, dan mineral yang dapat dimanfaatkan kembali. Di Desa Karangmoncol, sebagian besar pengrajin tahu belum mengetahui bahwa air ampas tahu dapat diolah menjadi bibit tahu berkualitas yang siap digunakan pada proses produksi berikutnya. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan memperkenalkan teknik sederhana namun efektif dalam mengolah air ampas tahu menjadi bibit tahu. Kegiatan meliputi survei awal, sosialisasi, pelatihan, dan evaluasi. Hasil pelatihan menunjukkan warga mampu memproduksi bibit tahu secara mandiri, yang berdampak pada pengurangan limbah cair, efisiensi biaya, dan kualitas rasa tahu yang tetap terjaga. Inovasi ini diharapkan menjadi praktik berkelanjutan yang dapat direplikasi di daerah lain.
