Pemberdayaan Literasi Masyarakat Melalui Optimalisasi Peran Perpustakaan Desa: Studi Perpustakaan Pelangi Desa Prigi
Keywords:
Pemberdayaan, Literasi, Perpustakaan, DesaAbstract
Berbagai survei menunjukkan rendahnya minat baca masyarakat desa akibat keterbatasan bahan bacaan, minimnya fasilitas, serta dominasi budaya lisan dan hiburan instan. Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah bersama masyarakat membangun Perpustakaan Pelangi di Desa Prigi, Kabupaten Banjarnegara. Artikel ini mengkaji pemberdayaan literasi masyarakat melalui optimalisasi peran perpustakaan desa dengan pendekatan kualitatif deskriptif yang memadukan wawancara, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Fokus penelitian meliputi strategi pengelolaan koleksi, inovasi program literasi, kolaborasi antaraktor, serta dampak terhadap masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perpustakaan Pelangi berhasil bertransformasi dari ruang pasif penyedia buku menjadi pusat literasi aktif yang mendorong budaya membaca, keterampilan informasi, dan interaksi sosial, khususnya bagi anak-anak dan pemuda. Beberapa strategi efektif yang diterapkan meliputi pengelolaan koleksi berbasis kebutuhan, program gamifikasi literasi “BookVengers,” pelatihan jurnalistik pemuda, serta layanan perpustakaan keliling. Inovasi tersebut meningkatkan minat baca sekaligus memperluas keterlibatan warga. Dampaknya, perpustakaan tidak hanya menyediakan akses bacaan, tetapi juga memperkuat kohesi sosial dan menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa literasi merupakan fondasi pembangunan desa. Temuan ini memberikan kontribusi konseptual bagi model pemberdayaan literasi berbasis komunitas serta menawarkan rekomendasi praktis untuk diterapkan di desa lain.
