Pekarangan Bergizi Sebagai Upaya Ketahanan Pangan Keluarga dan Pencegahan Stunting
Keywords:
lahan pekarangan, penguatan pangan, stuntingAbstract
Pangan menjadi kebutuhan dasar yang tidak terpisahkan dalam kehidupan manusia, yang harus terpenuhi setiap harinya untuk menjaga kelangsungan hidup. Namun, pemenuhan kebutuhan pangan di tingkat rumah tangga masih menjadi tantangan, terutama bagi masyarakat dengan penghasilan rendah, khususnya di daerah pedesaan. Salah satu strategi dalam mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan memanfaatkan lahan pekarangan sebagai sarana budidaya tanaman produktif untuk menunjang pemenuhan kebutuhan pangan rumah tangga secara mandiri. Hasil analisis yang dilakukan di Desa Kedungjati, Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen menunjukkan bahwa sebagian besar lahan pekarangan masyarakat masih dibiarkan menganggur dan belum dimanfaatkan secara optimal. Kondisi ini disebabkan oleh minimnya pengetahuan masyarakat mengenai budidaya tanaman yang praktis dan murah. Padahal, dengan teknologi sederhana dan metode tanam yang tepat, lahan pekarangan yang terbatas dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan bahan pangan sehat yang menunjang kebutuhan gizi keluarga. Permasalahan ini diperparah dengan tingginya angka stunting di desa tersebut, yang disebabkan oleh kurangnya asupan makanan bergizi dan rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi seimbang. Sebagai langkah solutif, kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dilaksanakan dengan tujuan memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya pemanfaatan lahan pekarangan melalui budidaya tanaman. Kegiatan ini dilaksanakan melalui berbagai metode, di antaranya sosialisasi, penyuluhan, dan demonstrasi langsung cara budidaya tanaman produktif. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan mampu memanfaatkan lahan pekarangan secara optimal untuk mendukung pemenuhan pangan rumah tangga, meningkatkan ketahanan pangan keluarga, sekaligus berkontribusi dalam pencegahan stunting.
