Pemanfaatan PekaranganTerbatas Dengan Budidaya Tanaman Sayuran Sebagai Upaya Peningkatan Kemandirian Pangan di Desa Gelang Rakit Banjarnegara
Keywords:
Pekarangan Sempit, Budidaya Sayuran, Pemanfaatan, PerekonomianAbstract
Dalam kegiatan pengabdian kami di Desa Gelang, Kecamatan Rakit, Kabupaten
Banjarnegara, kami mengadakan suatu program kegiatan yang diadakan
sebagai upaya peningkatan kemandirian pangan bagi masyarakat setempat
dengan memanfaatkan pekarangan terbatas untuk budidaya tanaman
sayuran. Setiap masyarakat yang memiliki rumah atau tempat tinggal, belum
tentu memiliki lahan pekarangan rumah yang luas, bahkan bisa jadi tidak
memiliki pekarangan sama sekali hanya tersisa sepetak teras depan rumah
yang sangat minimalis. Bagi masyarakat pedesaan, mungkin mereka memiliki
lahan untuk bercocok tanam tetapi terpisah dari rumah. Sehingga mereka
hanya memiliki lahan pekarangan rumah yang sama sempitnya. Belum lagi
dengan kondisi pekarangan rumah yang sudah di timbun dengan semen atau
paving sehingga sudah tidak terdapat tanah lagi untuk bisa ditanami tumbuhtumbuhan. Pemanfaatan pekarangan sempit untuk budidaya tanaman sayuran
menggunakan polybag memberikan solusi yang tepat agar lokasi yang terlihat
gersang dan pengap menjadi terlihat hidup dan sejuk. Selain menambah nilai
estetika, dengan memanfaatkan lahan yang seadanya untuk budidaya tanaman
sayuran juga menambah nilai ekonomis, sehingga minimal pelaku budidaya
dapat mengurangi pengeluaran belanja sayuran karena dapat memanennya
di halaman sendiri. Dalam kegiatan sosialisasi ini kami mengundang ibu
rumah tangga, dan perangkat desa setempat. Dalam kegiatan ini kiranya ada
tiga tahap, yaitu tahap yang pertama adalah sosialisasi pemberian materi
secara teoritik mengenai budidaya tanaman bersama Badan Penenyuluhan
Pertanian, tahap yang kedua adalah praktik penanaman bibit sayuran cabai
dan tomat menggonakan media tanam polybag. Tahap yang terakhir adalah
evaluasi terhadap perkembangan tanaman yang berada dalam perawatan
masyarakat dirumahnya. Apabila mampu mengelola lahan sempit itu dengan
maksimal, kemungkinan besar juga dapat menjadi penghasilan tersendiri
bagi budayawan untuk menjual hasil panen tersebut. Untuk mendapatkan
hasil panen yang lebih instan, biasayan benih yang ditanam adalah benih
sayuran yang perkiraan tumbuh dan berkembangnya cepat, sehingga memberi
dorongan semangat tersendiri kepada budidayawan seperti tanaman cabai,
tomat, sawi, selada, kale, mentimun, kembang kol, brokoli, daun bawang,
rempah-rempah, tanaman obat, dan lain-lain.
