Tradisi Memetri Sebagai Penguatan Nilai Keagamaan dan Sosial di Desa Giyanti Kabupaten Kebumen
Keywords:
Kenduri, ABCD, Keagamaan, SosialAbstract
engabdian kepada masyarakat bertujuan untuk menjalin hubungan kerjasama antara lembaga perguruan tinggi masyarakat dan pemerintah daerah setempat. Tradisi kenduri di Desa Giyanti, Kabupaten Kebumen, merupakan ritual keagamaan atau acara adat yang dilaksanakan secara turun-temurun oleh masyarakat pada bulan Muharram dalam kalender Islam. Tradisi ini memiliki peran penting sebagai sarana doa bersama, mempererat persaudaraan, serta menguatkan nilai keagamaan dan sosial di tengah kehidupan masyarakat. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap makna religius dan nilai kebersamaan yang terkandung dalam tradisi kenduri, sekaligus mendorong generasi muda agar tetap melestarikannya. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini menggunakan metode pendekatan ABCD (Asset based community development). ABCD merupakan sebuah metode pemberdayaan yang berfokus pada kekuatan dan potensi yang sudah ada di dalam komunitas. Langkah – langkah kegiatan meliputi: 1) Discovery, 2) Dream, 3) Desain, 4) Define, 5) Destiny. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa tradisi kenduri bukan sekadar ritual keagamaan atau acara adat yang dilaksanakan secara turun-temurun, tetapi juga mempererat hubungan sosial, memperkuat solidaritas, serta menumbuhkan rasa syukur dan kepedulian antarwarga. Kegiatan ini juga berhasil meningkatkan partisipasi pemuda, sehingga tradisi kenduri tetap terjaga keberlanjutannya di tengah perubahan sosial.
