Pemberdayaan Masyarakat Melalui Seni: Pembuatan Sanggar Tari Sebagai Upaya Pelestarian Budaya di Desa Nagasari
Keywords:
Pemberdayaan Masyarakat, Seni Tari, Pelestarian Budaya, Modal Sosial, NagasariAbstract
Penelitian ini menganalisis proses pemberdayaan masyarakat melalui pendirian sanggar tari sebagai upaya pelestarian budaya di Desa Nagasari. Berangkat dari kekhawatiran terhadap memudarnya minat pada tari tradisional, proyek ini menggunakan pendekatan partisipatif yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Tujuannya adalah mendeskripsikan proses pendirian sanggar, menganalisis dampaknya terhadap penguatan modal sosial dan pelestarian budaya, serta mengidentifikasi tantangan dan peluang keberlanjutannya. Metode kualitatif dengan studi kasus digunakan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasilnya menunjukkan bahwa pendirian sanggar tari “Puspa Budaya” tidak hanya berhasil merevitalisasi tarian lokal, tetapi juga menjadi katalisator bagi penguatan ikatan sosial dan kemandirian masyarakat. Program ini terbukti menciptakan peluang ekonomi kreatif berbasis komunitas dan berfungsi sebagai wadah pendidikan nonformal yang efektif. Meskipun menghadapi tantangan, semangat kolektif dan rasa kepemilikan yang terbangun menjadi modal utama untuk keberlanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa seni dapat menjadi instrumen pemberdayaan yang kuat, mengubah masyarakat dari objek menjadi agen aktif dalam melestarikan warisan budaya mereka sendiri.
