Edukasi Strategi Adaptif Bagi Petani Desa Gambarsari Dalam Upaya Pengendalian Hama Tikus Sebagai Persiapan Musim Tanam
Keywords:
Pengendalian hama Tikus, Buru Tikus, Petani Desa Gambarsari, Kebasen BanyumasAbstract
Gambarsari merupakan salah satu desa di kecamatan kebasen banyumas yang mayoritas masyarakatnya adalah petani. Seperti pada umumnya beberapa permaslahan yang biasanya dihadapi oleh petani adalah hama. Salah satunya adalah hama tikus sawah (Rattus argentiventer) yang merupakan hama utama tanaman padi di desa Gambarsari ini menjadi perhatian khusus. Berdasarkan wawancara dengan ketua kelompok gabungan petani desa gambarsari bahwa beberapa alternatif yang sudah dilakukan oleh petani desa gambarsari belum menunjukkan hasil yang optimum, seperti contoh pemanfaatan burung hantu dengan pembuatan rumah hantu di sekitaran sawah, masih dinilai belum efisien karena burung hantu tersebut bisa saja tidak kembali pada rumah yang sudah di sediakan warga. Harapan ketua gabungan kelompok petani desa gambarsari dengan adanya pengabdian dari mahasiswa memberikan dampak optimism bagi petani desa gambarsari baik dalam konsep ide, gagasan maupun partisipasinya. Kemudian wawancara dilanjutkan kepada salah satu ketua kelompok petani desa gambarsari yaitu kelompok petani ampel. Dari hasil wawancara disampapaikan bahwa hampir keseluruhan persawahan yang ada di sekitar lapangan desa gambarsari paling banyak terkena dampak hama tikus ini dikarenakan dekat dengan lapangan dan perkebunan desa, beliau juga menyampaikan bahwa beberapa alternatif yang sudah dilakukan belum optimum dan partisipasi dari masing-masing anggota kelompok tani masih kurang mendukung, sehingga belum mencapai angka keberhasilan dalam mengatasi hama tikus yang dihadapi oleh petani di desa gambarsari. Metode yang dilakukan dengan diskusi, ceramah, dan pendampingan kepada seluruh kelompok petani desa gambarsasi. Adapun bentuk kegiatan yang telah dilakukan yaitu diskusi, pendampingan dalam menentukan titik lokasi, dan juga koordinasi arahan sampai akhir kegiatan. Adapun hasil dari kegiatan ini adalah memberantas hama tikus dengan cara tradisional yaitu gropyokan atau babat hama tikus dengan mencakul lobang tikus dan memukulnya menggunakan kayu. Kegiatan ini juga merupakan bentuk kepedulian sesama petani, serta ajang tali silaturahmi antar kelompok petani yang ada di desa Gambarsari.
