Kesenian Lengger di Wonosobo: Transformasi, Identitas, dan Kontestasi Dalam Landskap Budaya Kontemporer
Keywords:
Lengger, identitas budaya, kontestasi seni, WonosoboAbstract
Kesenian Lengger di Wonosobo merupakan bagian dari tradisi tari rakyat yang mengalami berbagai transformasi seiring dengan perubahan sosial dan budaya. Artikel ini membahas dinamika kesenian Lengger dalam konteks kontemporer dengan menyoroti aspek transformasi bentuk dan makna, peran identitas gender, serta kontestasi yang terjadi dalam wacana budaya lokal dan global. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lengger tidak hanya berfungsi sebagai ekspresi estetika, tetapi juga sebagai arena negosiasi identitas dan simbol resistensi terhadap narasi dominan. Di satu sisi, modernisasi dan pariwisata membuka ruang apresiasi baru bagi Lengger, namun di sisi lain, terdapat resistensi dari kelompok yang melihatnya sebagai praktik yang bertentangan dengan norma sosial dan religius tertentu. Studi ini menyimpulkan bahwa kesenian Lengger di Wonosobo terus berkembang dalam lanskap budaya yang kompleks, mempertahankan relevansinya di tengah perubahan zaman melalui adaptasi dan rekonstruksi makna.
