Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Budidaya Maggot Sebagai Solusi Pengelolaan Sampah Organik dan Pakan Ternak di Desa Bejiruyung Kecamatan Sempor Kabupaten Kebumen
Keywords:
Budidaya maggot, Sampah organik, Peternakan, Black soldier flyAbstract
Desa Bejiruyung merupakan daerah yang memiliki potensi besar dalam bidang peternakan dengan populasi ternak yang cukup tinggi. Namun, pengelolaan sampah organik di desa ini masih menjadi permasalahan yang belum terselesaikan. Artikel ini mengkaji potensi budidaya maggot (larva Black Soldier Fly) sebagai solusi inovatif untuk dua isu utama tersebut, yaitu tingginya limbah organik dari rumah tangga, serta kebutuhan pakan ternak yang ekonomis dan berkelanjutan. Kajian ini menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD), yaitu metode pemberdayaan yang berfokus pada pemanfaatan aset, potensi, dan kekuatan yang dimiliki masyarakat. Hasil kajian menunjukkan bahwa budidaya maggot berpotensi menjadi alternatif strategis dalam mengelola sampah organik sekaligus menyediakan sumber pakan bernutrisi tinggi untuk ternak. Implementasi program budidaya maggot juga dinilai mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah terpadu dan ramah lingkungan. Artikel ini merekomendasikan penguatan edukasi dan kolaborasi antara pemerintah desa, peternak, dan komunitas lokal guna mengembangkan sistem budidaya maggot yang berkelanjutan di Desa Bejiruyung.
