Pemanfaatan Limbah Kulit Kopi Menjadi Briket Sebagai Upaya Peningkatan Ekonomi Petani Desa Panawaren
Keywords:
Briket, Ekonomi Masyarakat, Energi Alternatif, Limbah Kulit KopiAbstract
Pemanfaatan limbah kulit kopi sebagai bahan baku briket merupakan salah satu inovasi yang dapat mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat. Desa Panawaren, Kabupaten Banjarnegara, merupakan sentra kopi rakyat yang menghasilkan limbah kulit kopi dalam jumlah besar. Penelitian dan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan, pendampingan, dan analisis kelayakan usaha briket kulit kopi sebagai energi alternatif ramah lingkungan. Metode yang digunakan adalah pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) dengan tahapan identifikasi aset desa, sosialisasi, pelatihan, praktik pembuatan, pendampingan produksi, hingga strategi pemasaran. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat mampu memproduksi briket kulit kopi dengan prosedur yang sederhana dan menggunakan peralatan rumah tangga. Analisis kelayakan usaha menunjukkan harga pokok produksi mencapai Rp 8.500 per kilogram dengan potensi harga jual Rp 10.000–Rp 15.000 per kilogram. Artinya, produksi briket kulit kopi layak untuk dikembangkan sebagai usaha ekonomi masyarakat. Selain meningkatkan nilai tambah limbah pertanian, program ini juga berhasil membangun partisipasi aktif petani kopi dan ibu-ibu PKK dalam pengolahan serta pemasaran produk. Dengan demikian, pengembangan briket kulit kopi dapat menjadi solusi berkelanjutan untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat sekaligus mendukung pengelolaan limbah ramah lingkungan.
