Membangun Lingkungan Sekolah Ramah Anak Melalui Sosialisasi Anti-Bullying di SD Negeri 1 Karangnangka dan SD Negeri 2 Karangnangka
Keywords:
Bullying, Lingkungan Sekolah, Ramah Anak, SosialisasiAbstract
Sekolah sebagai lingkungan kedua setelah keluarga memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan perkembangan sosial anak. Idealnya, sekolah menjadi tempat yang aman dan nyaman, namun kenyataannya masih terdapat kasus bullying baik verbal, fisik, maupun sosial. Bullying berdampak buruk pada kesehatan mental, prestasi belajar, dan suasana sekolah yang harmonis. Karena itu, diperlukan upaya pencegahan melalui sosialisasi anti-bullying. Di SD Negeri 1 Karangnangka dan SD Negeri 2 Karangnangka kegiatan sosialisasi ini bertujuan menanamkan kesadaran tentang bahaya bullying serta pentingnya sekolah ramah anak. Pada penelitian ini menggunakan metode Asset Based Community Development (ABCD) berbasis masyarakat dengan tahapan observasi, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi, diskusi interaktif, dan simulasi sikap antibullying. Siswa diajak memahami pengertian dan bentuk bullying, sekaligus berani menolak serta melaporkan tindakan perundungan. Guru juga didorong aktif menciptakan iklim inklusif yang menghargai perbedaan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa dan tumbuhnya kesadaran menjaga hubungan sehat antar teman. Sekolah pun mulai berkomitmen menyusun aturan internal untuk menekan praktik bullying dan memberi ruang bagi siswa berekspresi. Dengan demikian, sosialisasi anti-bullying menjadi langkah nyata mewujudkan sekolah ramah anak yang mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal.
