Pemberdayaan Petani Desa Rakitan Melalui Workshop Budidaya Kopi Lokal
Keywords:
Pemberdayaan masyarakat, Kopi lokal, Petani salakAbstract
Desa Rakitan di Kabupaten Banjarnegara dikenal sebagai sentra perkebunan salak, namun ketergantungan pada satu komoditas membuat petani rentan terhadap fluktuasi harga dan risiko gagal panen. Melalui pendekatan Asset- Based Community Development (ABCD), kegiatan workshop pemberdayaan kopi lokal dilaksanakan sebagai upaya diversifikasi ekonomi masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan observasi lapangan dan wawancara mendalam bersama perangkat desa dan petani. Workshop yang diikuti oleh 49 peserta ini memberikan pelatihan budidaya kopi, mulai dari pemilihan bibit, pengelolaan agronomis, hingga pascapanen, serta dilengkapi dengan pembagian bibit sebagai stimulan awal pengembangan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan teknis petani, antusiasme dalam mengembangkan kebun kopi, serta terbentuknya rencana tindak lanjut berupa pendampingan berkelanjutan oleh Balai Penyuluhan Pertanian. Program ini tidak hanya memberikan alternatif sumber pendapatan, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat melalui diversifikasi pertanian yang berkelanjutan. Dengan demikian, pemberdayaan kopi lokal berpotensi menjadi strategi efektif untuk meningkatkan kesejahteraan petani salak sekaligus memperluas peluang ekonomi Desa Rakitan.
