Diversifikasi Produk Salak: Pelatihan Pembuatan Kurma Salak dan Sirup Salak Bagi Masyarakat Desa Gumingsir
Keywords:
Diversifikasi Produk, Kurma Salak, Sirup Salak, Desa GumingsirAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat Desa Gumingsir, Banjarnegara, melalui pelatihan diversifikasi produk salak menjadi kurma salak dan sirup salak. Melimpahnya panen salak seringkali tidak diimbangi dengan strategi pemasaran yang optimal, menyebabkan fluktuasi harga dan limbah buah. Metode Asset Based Community Development (ABCD) diterapkan untuk mengoptimalkan aset lokal dan meningkatkan keterampilan masyarakat. Kegiatan pelatihan yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN UIN SAIZU kelompok 67 berhasil meningkatkan kapasitas teknis peserta dalam memproduksi kurma salak dan sirup salak, serta memberikan pemahaman mengenai strategi pemasaran offline dan online. Hasilnya menunjukkan peningkatan antusiasme dan partisipasi masyarakat dalam mengolah potensi desa menjadi peluang ekonomi. Pendekatan ABCD terbukti efektif dalam memanfaatkan aset alam (salak), aset manusia (keterampilan), aset sosial (kerjasama), dan aset fisik (peralatan rumah tangga) untuk meningkatkan modal finansial masyarakat. Disarankan agar masyarakat membentuk kelompok usaha bersama, pemerintah desa memberikan dukungan berkelanjutan, dan perguruan tinggi melanjutkan program pendampingan untuk memastikan keberlanjutan usaha diversifikasi produk salak di Desa Gumingsir.
