Inovasi Olahan Jamur Tiram Untuk Meningkatkan Nilai Jual Hasil Pertanian di Desa Pangempon Kecamatan Kejobong Kabupaten Purbalingga
Keywords:
Jamur Tiram, Inovasi Produk, Nugget JamurAbstract
Dalam rangka memberikan pengabdian kepada masyarakat, Universitas Islam Negeri Prof. KH. Saifuddin Zuhri Purwokerto, mengadakan program kuliah kerja nyata (KKN), dengan adanya Program tersebut bertujuan untuk memberikan sebuah pengalaman yang sangat berharga serta memahami berbagai permasalahan yang ada di masyarakat. Desa Pangempon merupakan desa yang terletak di Kecamatan Kejobong Kabupaten Purbalingga. Desa Pangempon memiliki hasil usaha tani yang cukup potensial, yaitu jamur tiram. Dalam hal pemasaran petani jamur tiram memasarkan produknya dalam keadaan mentah ke pengepul. Secara umum harga jamur tiram dipasar sekitar 10.000/kg. Dengan harga produk jamur tiram mentah yang cenderung stagnan dipasaran serta keterbatasan kemampuan dalam hal inovasi produk menjadikan permasalan yang mendasar bagi pemasaran jamur tiram. Oleh karena itu perlu adanya sentuhan kreatifitas untuk meningkatan nilai tambah produk dan skill pelaku kelompok usaha agar jamur tiram bernilai jual tinggi dan untuk memperluas pemasaran. Adapun solusi dari permasalahan tersebut yaitu para pelaku usaha dapat melakukan diversifikasi produk olahan dengan bahan dasar jamur tiram dengan memanfaatkan teknologi yang tepat dan melihat pangsa pasar. Maka dari itu produk yang akan dikembangkan berdasarkan diskusi dengan pelaku usaha jamur tiram yaitu olahan nugget jamur. Alasan memilih nugget jamur karena belum adanya pelaku usaha lain yang memproduksi produk olahan nugget jamur, disamping itu mengingat pola hidup masyarakat sekarang yang cenderung lebih memilih makanan yang ekonomis, praktis, cepat untuk dikonsumsi serta memiliki daya simpan lebih lama atau biasanya dikenal sebagai makan frozen. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan PAR (Participatory Action Research). Data yang dikumpulkan menggunakan teknik pengamatan terlibat (participant observation) dan wawancara mendalam (indepth interview). Selain itu juga ada dokumen dan lain-lain yang erat kaitannya dengan data tertulis, foto dan statistik yang merupakan sumber data tambahan. Harapan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan nilai tambah jamur serta meningkatkan keterampilan dalam hal pengolahan jamur dan untuk menambah pendapatan pelaku usaha jamur tiram.
