Pemberdayaan UMKM Desa Sered Dengan Branding Untuk Meningkatkan Aksesibilitas dan Visibilitas
Keywords:
UMKM, Branding, Aksesibilitas, Visibilitas, ABCDAbstract
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu penopang utama perekonomian Indonesia, namun masih menghadapi berbagai kendala terutama dalam aspek branding dan pemasaran digital, khususnya di wilayah pedesaan. Permasalahan ini juga dialami oleh UMKM Opak Pedas Adina dan Es Teler Mama Citra di Desa Sered, Kecamatan Madukara, Kabupaten Banjarnegara, yang hingga kini belum memiliki identitas merek yang jelas serta belum memanfaatkan media digital secara optimal. Artikel ini membahas upaya pemberdayaan UMKM tersebut melalui strategi branding dengan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) yang meliputi lima tahapan: discovery, dream, define, design, dan destiny. Program pendampingan yang dilakukan mencakup pembuatan logo produk, pemasangan banner promosi di lokasi usaha, serta pencantuman lokasi pada Google Maps (Google Business Profile). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam hal identitas visual, promosi fisik, serta aksesibilitas digital yang membuat UMKM lebih mudah dikenali dan dijangkau konsumen. Selain menghasilkan inovasi branding, program ini juga membangun kesadaran pelaku UMKM tentang pentingnya strategi pemasaran digital, sehingga diharapkan mampu memperluas jangkauan pasar, meningkatkan daya saing, dan memperkuat kontribusi UMKM pedesaan terhadap perekonomian lokal.
